Sudut PandangMEMPERTAHANKAN kesuksesan jauh lebih sulit daripada meraihnya. Hal itu disadari segenap jajaran SMAN 3. Tradisi juara untuk berbagai macam perlombaan, baik bidang mata pelajaran maupun seni tidak dipungkiri dimiliki sekolah yang berlokasi di Jl Pemuda itu.

Namun bukan berarti SMAN 3 puas dengan prestasi tersebut. Berbagai upaya dilakukan demi mempertahankan dan meningkatkan prestasinya. Itulah tekad Kepala SMAN 3, Soedjono.

Hal itu diungkapkannya ketika ditemui Suara Merdeka usai penandatanganan MoU antara Ikatan Alumni SMAN 3 dan Undip, belum lama ini. Menjadi salah satu dari 100 sekolah bertaraf internasional (SBI) di Indonesia, merupakan prestasi sekaligus tantangan bagi lembaga pendidikan unggulan di Semarang itu.

Soedjono optimistis, kerja sama yang dijalin antara Ikatan Alumni SMAN 3 dan Undip, khususnya FMIPA dan FE, akan meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah itu, terutama dalam hal kurikulum.

Guru, kata dia, yang menjadi garda depan suksesnya kegiatan belajar mengajar (KBM) akan didampingi oleh dosen-dosen Undip. Tidak hanya dalam penyampaian pelajaran dalam Bahasa Inggris, namun juga penyempurnaan kurikulum.

Sedangkan mata pelajarannya metitikberatkan pada matematika, fisika, biologi, kimia, ekonomi akuntansi. Kerja sama itu harus tetap pada koridor di mana kurikulum dan silabus sejalan dengan tujuan, visi, dan misi sekolah. (Ida N-18)

Advertisements