scan0002SEBAGAI satu dari sepuluh SMA yang menjadi Sekolah Nasional Bertaraf Internasional (SNBI) di Jateng, SMAN 3 Semarang terus berbenah. Bahkan, salah satu SMA favorit di Kota Atlas itu berkeinginan menjadi sekolah internasional.

“Dengan menjadi sekolah internasional, kami mencoba memberikan pelayanan peningkatan mutu. Nantinya siswa diharapkan bisa bersaing di era global,” ungkap Kepala SMAN 3, Drs Soedjono.

Pihak sekolah menargetkan rencana tersebut terealisasi lima tahun ke depan atau di tahun 2011. Saat ini, sekolahnya sedang melakukan perencanaan strategis, termasuk persiapan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) yang handal.

Diakuinya, start sekolah di Jalan Pemuda itu cukup baik, karena merupakan salah satu paling banyak diminati siswa. Sebelum menjadi sekolah internasional, dia ingin sekolah, yang dipimpinnya sejak 17 November 2005, itu memiliki brand image baik di mata masyarakat.

Salah satu syarat yang harus dimiliki sekolah internasional adalah kepala sekolah minimal berpendidikan S2. Kamis (21/9) kemarin, menjadi hari yang membahagiakan bagi bapak enam anak tersebut. “Alhamdulillah, saya telah lulus S2 bidang Magister Ilmu Administrasi dari Fisip Undip,” tuturnya.

Yang membahagiakan bagi suami dari Dra Indah Relawati (43) itu, dia mampu meraih predikat lulusan tercepat, karena hanya menyelesaikan studinya dalam waktu 13 bulan. Tak hanya itu, indeks prestasi kumulatif (IPK) yang diraihnya 3,93, juga menjadikannya sebagai salah satu lulusan cumlaude terbaik.

Menurut pria kelahiran Mojokerto 21 Juli 1961 itu, dipilihnya jurusan Ilmu Administrasi karena banyak mempelajari bidang publik. “Dengan menguasai ilmu itu, saya ingin memiliki kemampuan merencanakan kebijakan publik ataupun implementasinya,” tuturnya.

Pemilik hobi membaca dan bermain gitar tersebut mengaku termotivasi ingin segera menyelesaikan studinya. Dia yakin, semakin lama belajar, pasti ada salah satu yang dikorbankan, sehingga salah satunya harus segera selesai. Hal itulah yang membuat Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Semarang itu ingin segera menyelesaikan kuliahnya. (Saptono Joko S-62h)

Advertisements